Anugerah Terindah Yang Pernah Ku Miliki

“Anugerah Terindah Yang Pernah Ku Miliki”, sedikit mengutip lirik sebuah lagu dari Sheila On 7. Ya ! Mungkin itulah secercah kalimat yang bisa mewakili suasana hati saya saat ini. Tepatnya saat nama saya tercantum menjadi salah satu peserta SNMPTN Jalur Undangan yang lolos dan diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB). Bagaimana tidak ? Saya berhasil mengalahkan ribuan, bahkan puluhan ribu peserta lain dari seluruh nusantara. Sungguh berkah yang luar biasa !

Pada awal memilih jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) sebagai pilihan pertama saya di IPB, saya merasa bangga karena jurusan ITP di IPB adalah salah satu jurusan terbaik yang ada di Indonesia dan menjadi salah satu pioner dalam pengembangan ilmu dan teknologi pangan di Indonesia. Selain itu fakta lain menyebutkan bahwa pada tanggal 21 Juli 2010, Program Studi Teknologi Pangan IPB memperoleh status Approved Undergraduate Program dari Institute of Food Technologists (IFT) Amerika Serikat yang menyetarakan Program Studi Teknologi Pangan IPB dengan program studi sejenis di Amerika Serikat. Luar Biasa !

Namun, pada awalnya hati kecil saya tidak mampu menutupi bahwa sesungguhnya saya merasa kurang menguasai bidang ini. Saya memang merasa sangat tertarik dengan Ilmu dan Teknologi Pangan, akan tetapi rasanya saya kurang berkompeten dalam hal ini. Sempat merasa kecil hati atas kondisi seperti itu. Beruntungnya, sebuah motivasi membangkitkan semangat juang saya. Sebaris kata-kata pemupuk asa. Kutipan “super” dari seorang motivator kondang yang bertasbih seperti ini :

Karir, Keberhasilan, dan Masa Depan

Apapun yang Anda lakukan, lakukan dengan sebaik mungkin

Karena keahlian apapun datang dari melakukannya

Dan keahlian adalah yang menjadikan Anda pribadi yang dihargai tinggi

Poin Penting : 1. Keahlian Anda datang dari melakukan, 2. Harga Anda ditentukan oleh keahlian Anda (Mario Teguh).

Dengan kutipan tersebut, semangat saya kembali terasah. Saya yakin bahwa dengan tekad dan keyakinan yang kuat serta usaha yang maksimal, semua akan dapat kita raih. Semua hal tergantung pada diri kita pribadi dan bagaimana cara kita menyikapi hal tersebut. Saya ingin berhasil. Saya ingin menjadi ahli dalam bidang yang akan saya lakukan sebaik mungkin dan saya ingin dihargai tinggi atas keahlian saya tersebut. Saya akan berjuang dan kembali fokus pada tujuan utama yang ingin saya raih. Dengan paradigma tersebut, saya memutuskan untuk memajukan kembali pertanian di Indonesia dan tentu saja langkah utamanya adalah dengan mendapat pendidikan terbaik mengenai industri dan teknologi pertanian di institut pertanian terbaik di Indonesia yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

                                                            Rizka Paramitha

F24110070

Ilmu dan Teknologi Pangan ‘48

Nyanyian Pengharapan (Optimisme Anak Jalanan)

Derap kaki kecil semakin nyata terdengar, semakin lama

Perlahan bayangan itu muncul rupanya

Lembayung senja membias, lantas memekat

Mengiring lembut sepoi malam menusuk tulang

 

Sesosok kumal dengan mantel compang-camping

Hitam legam kulitnya, terbakar sang surya

Memanggul gitar berdawai pengharapan

Bersenandung  bibir mungil penghibur hati, senantiasa

 

Dia masih muda ! Masih perlu pengajaran

Dia masih muda ! Tak pantas mendapat begini perlakuan

Salah siapa ? Siapa kejam ?

Semua diam ! Hening pilu alih bergumam

 

Inilah nyanyian kecilnya

Nyanyian pengharapan, syair miris berbalut seribu asa

Seratus, dua ratus.. Ini recehan penyambung citaku

Segulir, dua gulir.. Ini keringat biar terjatuh seraya penatku

 

Biarkan..

Biarkan pemakan hak berkedok pejuang berebut perketat peraturan

Biarkan..

Biarkan aku berpendar pada rajutan mimpi yang katanya tak berkesudahan

Biarkan !

Aku masih ingin belajar !

Setumpuk litetarur ku jinjing, aku senang, aku ingin jadi orang !

 

Meski caci tak henti ku dengar, cemooh budak sebaya jadi sarapan

Namun semangat ini tak jua padam

Akan ku senandungkan barisan nada pembakar jiwa

Akan ku hiraukan semua usik pelemah daya upaya

Aku masih ingin belajar !

Secercah mimpi ingin ku raih, aku bahagia, aku ingin beda !

 

Lagi.. Senyumnya terkembang

Dan lagi.. Mantelnya disibakkan

Titian hidup penuh bebatuan rintang

Namun pungguknya teramat tegar

Lagi.. Ia dekap gitar usangnya

Dan lagi.. Ia runtuni kitab tua penampung inspirasi segala

Bersiap badan penuh kesungguhan

Menanti esok dan esoknya lagi

Entah kapan, ia tiada ‘kan berhenti

Hingga bilamana pertaruhan juang diberi pengembalian

 

Dan nyanyiannya masih akan ada

Tetap ada..

 

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Categories
Bookmarks